• Minggu, 27 November 2022

Buku Antologi Puisi Moderasi Beragama Siap Diluncurkan, Berisi Karya 65 Penyair dari Seluruh Indonesia

- Kamis, 17 November 2022 | 08:19 WIB
Ilustrasi sampul buku antologi puisi tentang moderasi beragama berjudul "Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna". (Dok Satupeda Jateng)
Ilustrasi sampul buku antologi puisi tentang moderasi beragama berjudul "Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna". (Dok Satupeda Jateng)

KLIKSEMARANG.COM - Buku antologi puisi tentang moderasi beragama berjudul "Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna" siap diluncurkan di Vihara Watugong, Semarang, akhir November 2022.

Buku yang diterbitkan oleh Deepublish, Yogyakarta ini merupakan kerja sama antara Satupena Jawa Tengah dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.

Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie mengatakan, buku antologi puisi setebal 188 halaman ini memuat puisi-puisi karya 65 penyair dari seluruh Indonesia. Bukan hanya dari Semarang dan Jawa Tengah, namun juga dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta.

Baca Juga: Wujud Pengabdian Masyarakat, LPPM Unissula dan Satupena Jateng Gelar Pelatihan Menulis Gratis

“Moderasi beragama perlu disosialisasikan dan digemakan, antara lain melalui puisi. Menyadari hal itu, kami mengajak FKUB untuk bekerja sama menerbitkan antologi puisi tentang moderasi beragama dan mendapatkan dukungan dari Kanwil Kemenag Jateng,” ujar Gunoto, dilansir Kliksemarang.com dari siaran pers, Kamis 17 November 2022.

Ketua FKUB Jateng Taslim Syahlan menuturkan, ikhtiar penguatan moderasi beragama melalui puisi memang menarik. Kampanye tentang bagaimana beragama yang kompatibel dengan komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan dan akomodatif terhadap kearifan lokal menjadi konsen para penyair yang ditorehkan dengan narasi yang tidak saja puitis.

“Kandungan puisi yang sarat dengan dakwah kebangsaan ini menjadi kapital sosial untuk terus memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depan”, tegasnya.

Baca Juga: KTT G20 Sukses Digelar, Presiden Jokowi Bersyukur Hasilkan Deklarasi G20 Bali

Dia menambahkan, buku ini tidak saja layak untuk dibaca oleh semua kalangan, namun juga merupakan upaya strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dengan sentuhan narasi yang puitis-persuasif.

Halaman:

Editor: Arby Yan

Artikel Terkait

Terkini

X