• Minggu, 27 November 2022

Telepon Bamsoet, Ketua Parlemen Turki Sampaikan Akan Kirim Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Cianjur

- Kamis, 24 November 2022 | 07:54 WIB
Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop (kiri) saat berkunjunjung ke Indonesia dan bertemu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, beberapa waktu lalu.  (Dok MPR RI)
Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop (kiri) saat berkunjunjung ke Indonesia dan bertemu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, beberapa waktu lalu.  (Dok MPR RI)

 

KLIKSEMARANG.COM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet menerima telepon Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop yang menyampaikan duka cita atas musibah gempa dengan magnitudo 5,6 yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin 21 November 22.

Bamsoet juga menyampaikan duka cita atas musibah gempa dengan magnitudo 6,1 yang terjadi di Turki pada Rabu 23 November 2022 dini hari waktu Turki.

"Ketua Parlemen Turki HE Mr Mustafa Sentop menyampaikan Turki melalui Bulan Sabit Merah akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa di Kabupaten Cianjur, dengan berkoordinasi melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait lainnya. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Turki terhadap Indonesia, sekaligus menunjukan bahwa duka Indonesia juga menjadi duka bagi Turki," ujar Bamsoet usai menerima telepon dari Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop, Rabu 23 November 2022.

Baca Juga: Update Korban Gempa Cianjur, 268 Orang Meninggal Dunia dan 151 Orang Belum Ditemukan

Dilansir Kliksemarang.com dari siaran pers, Bamsoet menjelaskan, BNPB melaporkan akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, hingga Rabu 23 November 2022 terdapat 271 korban meninggal dunia, 2.043 orang luka-lika, dan warga yang masih mengungsi sebanyak 61.908 orang.

Sementara itu, gempa di Turki menyebabkan 22 orang dilaporkan luka-luka, serta tidak menyebabkan korban meninggal dunia.

"Indonesia dan Turki merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi dalam hal bencana gempa. Turki menjadi salah satu negara paling rawan gempa karena berada di garis patahan Bumi. Sementara Indonesia, rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Tidak salah jika Indonesia dan Turki saling meningkatkan kerjasama, baik dalam hal penanganan bencana gempa maupun dalam hal mengantisipasi potensi bencana gempa," jelas Bamsoet.

Baca Juga: Ungkap Penanganan Skandal 'Kardus Durian', Begini Penjelasan KPK

Halaman:

Editor: Arby Yan

Sumber: Siaran Pers MPR RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Mak'uf Amin Serahkan Bantuan Baznaz RI ke MAJT

Sabtu, 19 November 2022 | 10:59 WIB
X