• Minggu, 27 November 2022

Ungkap Penanganan Skandal 'Kardus Durian', Begini Penjelasan KPK

- Rabu, 23 November 2022 | 11:58 WIB
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto. (ANTARA/HO-Humas KPK)
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto. (ANTARA/HO-Humas KPK)

Kasus itu berawal dari tertangkap tangannya tiga orang, yakni Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmingrasi (P2KT) I Nyoman Suisanaya, Kabag Perencanaan dan Evaluasi Kemenakertrans Dadong Irbarelawan, dan Dharnawati dari PT Alam Jaya Papua yang diduga melakukan penyuapan.

Baca Juga: VIRAL! Munas Hipmi di Solo Diwarnai Adu Jotos Antarpeserta, Begini Penjelasan Panitia

Penangkapan dilakukan di tempat yang terpisah pada 25 Agustus 2011. Tim dari KPK juga sempat melakukan penggeledahan di Kemenakertrans dan membawa serta barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp1,5 miliar yang ditempatkan dalam "kardus durian", yang diduga sebagai uang suap.

Penyuapan diduga dilatarbelakangi oleh upaya pencairan dana PPIDT di 19 kabupaten/kota di Papua yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2011. Total nilai anggaran untuk proyek tersebut Rp500 miliar dan berasal dari APBN-P tahun 2011.

Dari hasil penyidikan tiga tersangka oleh KPK, beberapa nama yang diduga terlibat "terdengar" satu per satu, dua di antaranya adalah staf Muhaimin Iskandar, yakni Fauzi selaku staf ahli dan Ali Mudhori selaku staf khusus, yang disebutkan memiliki ruang kantor berdekatan dengan Menakertrans saat itu Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Dari Ponpes Al Mas'udiyah Blater Ungaran, Pagi Ini Kirab Obor Pospenas 2022 Melanjutkan Perjalanan ke Solo

Nama keduanya disebut bersama dengan dua nama lainnya, yakni Iskandar Prasojo alias Acos dan Sindu Malik yang disebutkan mantan PNS di Kementerian Keuangan menjadi penghubung antara Kemenakertrans dengan Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.***

Halaman:

Editor: Arby Yan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X